FEATURED VIDEO

Selamat Datang di "GERBANG KADIRI NEWS". ..................................................................................... Kami berusaha memberikan informasi yang uptodate bagi pengunjung ataupun penggemar GE-KA NEWS. ..................................................................................... Jangan lupa tinggalkan komentar anda, agar kami dapat memperbaiki atau memberikan yang lebih baik untuk kepentingan kita bersama. Terima kasih. ..................................................................................... (GE-KA / 4reitech Team)

Tuesday, July 6, 2010

3 Pelaku Pencurian Di Bawah Umur Diamankan Polisi

3 Pelaku Pencurian Di Bawah Umur Diamankan Polisi
GE-KA, Kediri - Petugas Unit Reskrim Polsek Tarokan, Minggu (04/07) malam, berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian barang rongsokan, yang semuanya masih di bawah umur.

Ketiga pelaku tersebut yakni, WH 15 Tahun salah satu pelajar sebuah SMP Negeri di Kecamatan Tarokan, AP dan APri masing masing 17 Tahun tamatan SD, dan ketiganya warga Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan.

Aksi pencurian dilakukan ketiga pelaku, di rumah kosong milik Amam anggota TNI AL, warga Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri. Kebetulan, rumah Amam di Dusun Gebangkerep Desa Tarokan Kecamatan Tarokan masih kosong, karena dalam proses pembangunan.

Ketiga pelaku mengaku, melakukan pencurian dengan cara membuka paksa jendela rumah dan tralis dengan menggunakan tali tambang. Aksi ketiganya, diketahui Ponijan warga setempat yang kebetulan lewat. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan pihak kepolisian. AKP Suprapto, Kepala Polsek Tarokan mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan secara intensif pada ketiga pelaku.” Kami masih lakukan pemeriksaan,” tegas AKP Suprapto.

Masih kata AKP Suprapto, barang rongsokan berupa kaleng cat, speaker, paku dan besi tersebut, oleh pelaku dijual pada tukang loak sebesar 32 ribu rupiah. Menurut mengakuan pelaku, hasil penjualan tersebut, digunakan untuk makan makan. Kasus tersebut akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak-PPA Polres Kediri.(Anto Kristian/ANDIKA FM)

Dinkes Jaga HIV Agar Tidak Menjadi AIDS

Dinkes Jaga HIV Agar Tidak Menjadi AIDS
GE-KA, Kediri - Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, secara aktif melakukan pemeriksaan terhadap penderita HIV  yang ada, agar penyakitnya tidak sampai menjadi AIDS.

Nur Munawaroh, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif tanpa gejala rata-rata dialami penderita selama 5 hingga 10 tahun. Dalam masa ini HIV berkembang biak dalam tubuh.

Tidak ada tanda-tanda khusus dan penderita HIV tampak sehat serta  merasa sehat meski setiap penderita daya tahan tubuhnya berbeda. Sementara jika sudah meningkat mejadi AIDS, kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah dan berbagai penyakit lain mudah masuk dan semakin parah.

Untuk itu guna menjaga penderita HIV agar tidak meningkat menjadi AIDS, Dinas Kesehatan  menempatkan manager kasus, yang bertugas untuk memantau masing masing penderita HIV. “ Dengan didampingi manager kasus, maka diharapkan para penderita HIV akan semakin terpantau, dan tidak meningkat menjadi AIDS,” Kata Nur Munawaroh.

Nur Munawaroh menambahkan, penderita HIV, apabila rutin minum obat ARV, maka penyebaran virusnya akan semakin sempit. Selain itu, setiap 6 Bulan sekali, mereka disarankan rutin untuk memeriksakan diri ke klinik maupun rumah sakit, agar tetap terpantau.(Anto Kristian/ANDIKAFM)

Polresta Himbau Warga Bongkar Polisi Tidur

Polresta Himbau Warga Bongkar Polisi Tidur
 , Kediri - Satuan lalu Lintas Polresta Kediri meminta masyarakat segera membongkar polisi tidur, yang terlanjur dibangun karena dalam Undang Undang lalu lintas tidak diperbolehkan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri AKP Lukman Cahyono mengatakan, seuai Undang Undang  Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan, pembangunan gundukan atau polisi tidur di jalan termasuk melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan dan kerusakan jalan.

Selain itu, polisi tidur, juga dikhawatirkan menyebabkan kecelakaan dan ketidaknyamanan pengguna jalan. Tetapi, karena undang undangnya masih baru, pembangun gundukan atau polisi tidur masih ditoleransi dan tidak dikenai denda. ” Jika polisi tidur terlanjur dibangun ya harus segera dibongkar dan diratakan kembali,” kata AKP Lukman Cahyono.

Sesuai  pantauan di lapangan, banyak jalan terutama di gang gang di setiap kelurahan terdapat polisi tidur atau gundukan yang dibangun oleh tokoh masyarakat atau ketua RT. Gundukan dibangun dengan maksud untuk mencegah aksi balapan atau  aksi kebut kebutan. (Hadi Kusuma/ANDIKA FM)

Walikota Setujui Pejabat Pandai Sebagai Pengajar

Walikota Setujui Pejabat Pandai Sebagai Pengajar
 GE-KA, Kediri - Walikota Samsul Ashar menilai mantan Kepala Bapeda Bambang Basuki Hanugerah sangat pandai dan cerdas, sehingga tidak cocok di birokrasi dan disetujui untuk menjadi pegawai fungsional.

Walikota Kediri Samsul Ashar mengaku sudah menandatangani permohonan pindah tugas Bambang Basuki Hanugerah. Bambang Basuki yang termasuk salah satu pejabat senior Kota  Kediri, akan menjadi pegawai fungsional sebagai Widia Iswara atau pengajar  di Lembaga Administrasi Negara Pemerintahan Pusat.

Menurut Walikota Samsul Ashar, pihaknya langsung menyetujui permohonan Bambang Basuki itu, karena menurutnya Bambang Basuki adalah figur pejabat yang tidak cocok di tempatkan sebagai pegawai struktural. “ Karena Bambang Basuki pintar, lebih tepat jika menjadi pegawai fungsional sebagai pengajar,” kata Samsul Ashar.

Walikota Kediri Samsul Ashar membantah jika kepindahan tugas Bambang Basuki Hanugrah dikaitkan dengan agenda mutasi pejabat. Meski sesuai informasi yang berkembang, karena tidak satu visi dengan walikota, Bambang Basuki yang dikenal pandai dan mumpuni hanya ditempatkan sebagai staf ahli. (Hadi Kusuma/ANDIKA FM)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger