FEATURED VIDEO

Selamat Datang di "GERBANG KADIRI NEWS". ..................................................................................... Kami berusaha memberikan informasi yang uptodate bagi pengunjung ataupun penggemar GE-KA NEWS. ..................................................................................... Jangan lupa tinggalkan komentar anda, agar kami dapat memperbaiki atau memberikan yang lebih baik untuk kepentingan kita bersama. Terima kasih. ..................................................................................... (GE-KA / 4reitech Team)

Tuesday, July 6, 2010

Pemesan Majalah Tempo Berani Bayar 100 Ribu Per Eksemplar

Pemesan
 Majalah Tempo Berani Bayar 100 Ribu Per Eksemplar
GE-KA, Kediri - Sejumlah agen koran dan majalah di Kota Kediri kebanjiran pesanan majalah Tempo edisi “Rekening Gendut Perwira Polisi”, dan para pemesan berani membeli, hingga 100 ribu rupiah per eksemplar.

Saadah, pemilik agen koran dan majalah ‘Alief’ Kediri mengatakan, jatah 30 eksemplar majalah Tempo untuk agen miliknya sudah ludes terbeli, sejak diterima Senin lalu. Pembelinya bukan hanya pelanggan bulanan, tetapi juga orang orang yang sebelumnya tidak pernah membeli majalah Tempo.

Hari hari selanjutnya, selalu ada pembeli yang menanyakan majalah Tempo edisi “Rekening Gendut Perwira Polisi”. Bahkan tidak sedikit, pengecer majalah yang menanyakan padanya, dan berani membeli dengan harga 100 ribu rupiah per eksemplar. Padahal, biasanya jauh dibawah harga tersebut.

Karena banyak pesanan, Saadah sudah berusaha menghubungi koleganya sesama agen di kota lain, untuk mendapatkan tambahan majalah Tempo. Dia berharap bisa menuai keuntungan, dengan membludaknya permintaan. Bahkan Saadah berani menawarkan harga spesial kepada siapa saja yang bisa memasok majalah tersebut padanya. (Hadi Kusuma/ANDIKA FM)

Ibu Rumah Tangga Rentan Terkena HIV AIDS

Ibu 
Rumah Tangga Rentan Terkena HIV AIDS
GE-KA, Kediri - Jumlah penderita HIV AIDS, di Kabupaten Kediri, didominasi Pekerja seks Komersial-PSK, kemudian disusul urutan kedua, Ibu Rumah Tangga.

Hal itu disampaikan Nur Munawaroh, Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah penderita HIV AIDS di Kabupaten Kediri, pada Januari hingga Juni 2010, mencapai 31 penderita.

Sebanyak 10 penderita, adalah PSK, disusul ibu rumah tangga sebanyak 7 penderita. Setelah itu buruh 3 penderita, sopir 2 penderita, dan TKI serta petani masing masing 1 penderita. Banyaknya penderita HIV AIDS dari Ibu Rumah Tangga, membuat Dinas Kesehatan prihatin.

Untuk itu,  Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan sosialisasi disetiap Kecamatan di Kabupaten Kediri. ” Ibu Rumah Tangga harus tetap waspada, terhadap penularan HIV AIDS, dari suaminya yang diduga berperilaku menyimpang,” kata Nur Munawaroh.

Nur Munawaroh mengatakan, sebagian besar penderita HIV AIDS di Kabupaten Kediri, merupakan masyarakat usia produktif antara 25 hingga 39 tahun. Adanya kesadaran bagi warga yang memiliki resiko tinggi, untuk melakukan pemeriksaan, baik di klinik maupun Rumah Sakit, akan memudahkan dalam pendataan dan pemantauan. (Anto Kristian/ANDIKA FM)

Polresta Tetapkan Ismiji Sebagai Tersangka

Polresta Tetapkan Ismiji Sebagai TersangkaGE-KA, Kediri - Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri sudah menetapkan status tersangka pada Ismiji, penjaga palang pintu KA di jalan Diponegoro dalam kasus kecelakaan minggu 27 Juni lalu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Kediri AKP Lukman Cahyono mengatakan, status tersangka pada Ismiji ditetapkan pada rabu 30 Juni lalu. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi diketahui kecelakaan terjadi akibat kelalaian Ismiji.

Saat itu Ismiji yang bertanggung jawab sebagai penjaga palang pintu tertidur dan lupa menutup palang pintu saat kereta api lewat. Padahal petugas di pos jaga sebelumnya, sudah mengirimkan tanda. “ Kami masih melengkapi berkas pemeriksaan tersangka, untuk kemudian diserahkan ke kejaksaan untuk diproses lebih lanjut,” kata AKP Lukman.

Seperti informasi sebelumnya, pada minggu 27 Juni lalu, karena perlintasan kereta api di Jalan Diponegoro Kota Kediri tidak ditutup dua mobil menabrak Lokomotif Kereta Api Kahuripan Jurusan Bandung – Kediri. Lima orang mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Bayangkara. (Hadi Kusuma/ ANDIKA FM)

Maki Ali Serahkan Kasus CPNS Pada Polisi

Maki Ali Serahkan Kasus CPNS Pada Polisi
GE-KA, Kediri - Maki Ali, wakil ketua II panitia rekruitmen CPNS Kota Kediri tahun 2009 mengaku, pantas tidaknya pengusutan dugaan penyalahgunaan wewenang rekruitmen CPNS diserahkan pada polisi.

Maki Ali yang saat ini menjabat sebagai staf ahli bidang ekonomi dan keuangan mengatakan, dirinya terlibat aktif dalam proses rekruitmen CPNS mulai dari pendaftaran hingga pengiriman hasil tes ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat. Sementara untuk finalisasi siapa yang diterima, Maki Ali mengaku tidak terlibat sama sekali.

Termasuk pergantian nama CPNS yang diterima yang menyebabkan polemik hingga masuk ke ranah pidana. Selama ini, dirinya dimintai keterangan oleh polisi hanya sebatas sebagai saksi. “ Apakah kasus itu diteruskan atau tidak, saya menyerahkan sepenuhnya pada polisi,” terang Maki ali.

Sekedar diketahui, penyelidikan kasus CPNS 2009 Kota Kediri sudah berhenti setelah Gunardi salah satu CPNS yang dirugikan mencabut laporannya. Sementara itu, pasca pergantian Kasat Reskrim dari AKP Rofik Ripto ke AKP Didit Prihantoro, kasus CPNS 2009 dikabarkan akan diusut kembali. (Hadi Kusuma/ANDIKA FM)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger