FEATURED VIDEO

Selamat Datang di "GERBANG KADIRI NEWS". ..................................................................................... Kami berusaha memberikan informasi yang uptodate bagi pengunjung ataupun penggemar GE-KA NEWS. ..................................................................................... Jangan lupa tinggalkan komentar anda, agar kami dapat memperbaiki atau memberikan yang lebih baik untuk kepentingan kita bersama. Terima kasih. ..................................................................................... (GE-KA / 4reitech Team)

Thursday, June 24, 2010

Ardian Menilai Walikota Kediri Panik

GEKA, Kediri - Ardian Sayoga, anggota DPRD Kota Kediri menilai, kebijakan walikota melakukan mutasi besar besaran, termasuk pada pejabat yang belum lama menduduki posisi baru, merupakan bentuk kepanikan.

Menurut Ardian Sayoga, kepanikan tersebut bisa dilihat dari statemen yang disampaikan Walikota, dimana dirinya perlu menempatkan pejabat yang loyal padanya, di posisi strategis. Waktu mutasi dan komposisi pejabat yang digeser, juga menggambarkan hasil pencarian pejabat yang satu misi dengan walikota.

Untuk pejabat yang diduga seringkali tidak sepaham dengan Walikota, dipaksa menerima posisi yang kurang pas. Seperti halnya, Ahmad Sudrajad, Maki Ali dan Bambang Basuki Hanugerah, yang kini menduduki posisi, staf ahli. Padahal mereka sebelumnya merupakan kandidat Sekkota dan merupakan pejabat senior.

Sedangkan Edy Purnomo, Kadisdik, mendapat promosi dengan diangkat sebagai pejabat definitif. “ Jika nuansa perombakan birokrasi didasarkan pada suka dan tidak suka, serta tidak mempunyai parameter yang jelas, maka pejabat tidak akan tenang menjalankan tugasnya,” Kata Ardian Sayoga,

Menurut Ardian Sayoga, idealnya, penempatan pejabat birokrasi harus berdasar dedikasi, kemampuan dan keilmuan yang dimiliki. Bukan karena kecocokan dan loyalitas yang dimaksudkan untuk mempertahankan posisi kepala daerah untuk kepentingan 5 tahun ke depan. (Hadi Kusuma)

Perbaiki Listrik Tersetrum Meninggal

GEKA, Kediri - Akibat tersengat aliran listrik tegangan tinggi, saat memperbaiki listrik di rumahnya, Lastopi warga Desa Gununggede Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar, meninggal dunia.

Peristiwa tragis yang menimpa Lastopi, terjadi sekitar jam 2 siang saat korban sedang memperbaiki aliran listrik di rumahnya, karena konsleting. Saat memegang kabel, Lastopi tidak menyadari, ada bagian yang terkelupas. Akibatnya, tubuh Lastopi terpental tak sadarkan diri.

Pihak keluarga dan sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut, berusaha memberikan pertolongan. Karena khawatir terjadi sesuatu, beberapa warga, kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Blitar. Petugas yang datang ke TKP, langsung membawa Lastopi ke rumah sakit. Namun, karena luka yang diderita Lastopi cukup parah, Lastopi akhirnya meninggal dunia, dalam perjalanan.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, petugas kepolisian, tidak menemukan adanya tanda tanda penganiayaan pada tubuh Lastopi. Korban dipastikan meninggal, karena tersengat aliran listrik, dari kabel yang dipegang. Petugas, juga menghimbau kepada warga, agar berhati hati saat menggunakan peralatan yang berhubungan dengan listrik, karena rawan menimbulkan korban. (Anto Kristian)

Korban Perampasan Lapor Polisi

GEKA, Kediri - Karena menjadi korban perampasan, Kurniawan Sandi warga Desa Bobang Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, melapor ke Polsek Mojoroto.

Penipuan dan perampasan yang dialami Sandi, bermula sekitar jam 7 malam, ketika korban membawa sepeda motornya Yamaha Jupiter Z bernomor polisi AG 2469 JD, di sekitar area GOR Jayabaya Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Ketika Kurniawan sedang duduk duduk, tiba tiba didatangi 2 orang tidak dikenal, meminjam sepeda motor milik Kurniawan.

Salah satu pelaku beralasan, Kurniawan pernah memukuli adiknya. Merasa tidak kenal, Kurniawan yang mulai curiga, menolak meminjamkan sepeda motornya. Namun, dengan nada mengancam, kedua pelaku justru mengambil paksa, dan membawa kabur sepeda motor milik Kurniawan.

Menyadari ulah kedua pelaku, Kurniawan masih sempat berteriak, meminta tolong warga yang ada disekitar lokasi, namun kedua pelaku keburu menghilang, di keramaian jalan. Karena menjadi korban perampasan, hingga mengalami kerugian sekitar Rp 12 juta , dengan dibantu warga, Kurniawan melaporkan kasus tersebut, ke Polsek Mojoroto.

Hingga saat ini, Petugas Polsek Mojoroto, masih melakukan penyidikan dan pengejaran, guna mengungkap pelaku perampasan sepeda motor milik Kurniawan. (Anto Kristian)

Dewan Kritik Mutasi Di Tubuh Pemkot

Dewan Kritik Mutasi Di Tubuh Pemkot
GEKA, Kediri - DPRD Kota Kediri mengkritik Walikota Kediri Samsul Ashar, yang hobi  melakukan mutasi jabatan, sehingga dikhawatirkan mengganggu kinerja setiap Satuan Kerja.

Ketua Komisi A DPRD Kota Kediri Muhaimin mengatakan, mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, memang menjadi hak prerogatif Walikota. Tetapi mutasi tidak boleh begitu saja dilakukan, tanpa ada masukan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan.

Selain itu mutasi juga harus mempertimbangkan kemampuan dan evalusi kinerja, dari pejabat yang bersangkutan. Jangan sampai pejabat yang baru menduduki posisi baru, dan masih beradaptasi dengan beban kerja yang ada, keburu dipindah.

Jika begitu, efeknya, kinerja Satuan Kerja kurang maksimal, karena pinpinannya sudah diganti sebelum menyelesaikan program kerjanya. “ Pimpinan Satuan Kerja tidak masalah dipegang pejabat dengan status Plt asalkan mampu,” kata Muhaimin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Walikota Kediri mendadak melakukan rotasi jabatan baik eselon 2 dan eselon 3. Ironisnya, dalam mutasi, terdapat pejabat yang belum lama menempati posisi baru, dan masih belum menuntaskan kinerjanya.  (Hadi Kusuma)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger